Postingan

Jendela Kebhinekaan di Senja Jakarta (1950)

Gambar
Jakarta, tahun 1950. Indonesia beberapa tahun berdiri, namun tantangan persatuan justru semakin berat. Di teras sebuah kantor berita, Dian (seorang jurnalis muda dari Sunda) sedang berdiskusi panas dengan Gusman (seorang diplomat senior dari Aceh). "Gusman, konflik di beberapa daerah mengkhawatirkan. Mereka mempertanyakan, mengapa harus bersatu di bawah Jakarta? Adat, hukum, dan bahkan makanan kita jauh berbeda. Apa arti Indonesia ini, jika tiap daerah ingin berjalan sendiri?" tanya Dian, raut wajahnya tegang. Gusman, yang dikenal sebagai negosiator ulung, menyesap kopi dengan tenang. "Dian, bayangkan sebuah orkestra. Apakah semua instrumen harus berbunyi sama? Haruskah biola meniru gendang? Tidak. Makna Indonesia terletak pada harmoni perbedaan itu. Keunikan adatmu, Reog di Jawa Timur, atau Tari Saman di Aceh, itu semua adalah not-not yang kita mainkan bersama." Tiba-tiba, terdengar suara ceria Martha (seorang perawat dari Flores) yang baru saja selesai bertugas. ...

pariwisata selatpanjang

Taman Cik Puan adalah salah satu tempat wisata yang cukup di kenal oleh masyarakat Selatpanjang,Taman Cik Puan di tengah Kota Selat Panjang mempunyai nilai sejarah. Di taman Cik Puan ini banyak peristiwa terjadi dan bernilai sejarah. Sejak dari yang sederhana seperti tempat menampilkan pentas seni sampai peristiwa politik yang heroik juga selalu berlangsung di sini. Pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti lepas dari induk Kabupaten Bengkalis beberapa agenda yang melibatkan massa yang besar berlangsung di arena ini, Taman Cik Puan menjadi saksi sejarah. Di samping itu, Kolam Telaga Bening di Jalan Merdeka tidak jauh dari Cik Puan Park adalah penopang air untuk masyarakat Selatpanjang. Jika musim kemarau tiba kolam ini menjadi tumpuan untuk mendapatkan air buat mandi dan cuci bahkan untuk minum. Harapan ke depan, objek wisata yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti terus diperhatikan, dan masyarakat bisa menjaga dan melestarikan dengan baik.